Ket foto; kartu keluar masuk yang diberikan RSUD dr Mohammad zyn pada keluarga pasien.
Sampang || MMCMadura, Rumah sakit umum dr. MOHAMMAD ZYN menjadi sorotan dari berbagai macam pelayanan, salah satunya pelayanan dari petugas keamanan (Satpam) yang berjaga menghadang pintu masuk bagi keluarga pasien yang akan menjenguknya.
Keluhan tersebut diutarakan salah satu keluarga pasien, Nur. H, dimana adeknya dirawat karena sakit dirinya keluar masuk pintu gerbang karena ada kepentingan dan kebutuhan pasien.
Namun ketika dirinya akan masuk kembali tidak diperbolehkan oleh Satpam alasan harus sesuai prosedur kartu yang harus ditukar, padahal jelas nyatanya praktek nya tidak sesuai prosedur semua dia mengaku melihat seseorang yang tidak megang kartu bisa masuk.
” Aneh tapi nyata mas, Padahal saya bukan baru pertama kali mau masuk, tapi waktu pagi itu saya sedang kedepan dulu karena beli nasi, namun kedua kalinya ketika keluar sengaja tidak diperintahkan untuk tukar Kartu sehingga masuk tidak bisa alasan prosedural. Anehnya tak berselang lama ada warga bisa masuk alasan karna ortunya yang sakit jadi diperbolehkan… Bagaimana perasaan kita yang jaga saudara tidak punya ortu.” Keluh Dayah pada media ini Sabtu (02/11/24).
Nur H. Meminta Direktur RSUD. Dr Mohammad Zyn mengevaluasi Standart operasional pemayanan terkait dengan satpam yang dimaksud agar satpam lebih jeli orang yang bisa masuk mau menjenguk atau keluarga pasien yang menjaga.
“Pihak manajement rumah sakit harus mengevaluasi SOP dan kerjasama dengan satpam, tapi kalau Satpamnya dari internal rumah sakit, berikan pendidikan dan pemahaman etika dan estetika,” pintanya penuh harap.
Ditambahkan Nur H, dirinya sangat menyayangkan pihak rumah sakit yang ia menilai kurang memberikan pemahaman terghadap pekerja keamanan itu.
“Kasihan kan, ketika ada keluarga pasien datang jauh dari desa atau kecamatan pinggiran serta lainnya, dimana haarapan dan tujuannya menjenguk saudaranya, tapi harus kandas dipintu gerbang dengan alasan prosedural yang tidak dijalankan penuh bahkan praktek nya jauh dari kata prosedural. Apalagi saya sebagai orang yang mendampingi pasien.” Pungkasnya.
Sekedar diketahui publik, Hingga berita ini diterbitkan, manajement rumah sakit belum dikonfirmasi.
(Man).














