KABUPATEN BOGOR, MMCNews.id, – Kantor Bupati Bogor menjadi medan perang suara mahasiswa yang tidak lagi bisa diam melihat kezaliman yang diduga terjadi di Kecamatan Leuwisadeng. Puluhan aktivis dari Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) Bogor Raya membubarkan ketenangan hari Jumat dengan aksi unjuk rasa yang penuh kemarahan, menuntut pengusutan tuntas terhadap Kepala Desa Sadeng yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan yang meluas dan bahkan berani mengintimidasi awak media!. JUMAT (19/12/2025).
“IA BERANI SANGGAH KEKUASAAN HUKUM – INTIMIDASI WARTAWAN, PRODUKSI OLI PALSU, PENADAH EMAS ILEGAL, SAMPAI NARKOBA!”
Dalam orasi yang menggelegar, massa aksi mengungkapkan daftar dugaan keji yang membuat publik terpana. Tak hanya mengganggu wartawan yang berusaha mengungkap kebenaran, Kepala Desa Sadeng juga diduga menjadi otak di balik produksi oli palsu dengan merek ternama yang telah merugikan masyarakat dan negara. Tidak hanya itu, dirinya juga dicurigai sebagai penadah emas hasil tambang liar tanpa izin, serta terlibat dalam penyalahgunaan narkotika – buktinya, ditemukan sisa pesta sabu dan alat isap (bong) di lokasi yang sama dengan gudang oli palsu tersebut!
POIN TUNTUTAN YANG HARUS DIPENUHI SEGERA:
• Proses hukum yang keras terhadap oknum Kepala Desa Sadeng atas dugaan intimidasi media
• Penutupan total gudang produksi oli palsu dan penyitaan seluruh barang bukti
• Penggeledahan terhadap jaringan penadahan emas ilegal yang diduga dikendalikan langsung olehnya
• Pemeriksaan mendalam terkait kasus narkotika yang ditemukan di lokasi tersebut
DIALOG KONDUSIF TAPI TEGAS – MAHASISWA SERAHKAN BUKTI, PERINGATAN TIDAK MAIN-MAIN!
Perwakilan mahasiswa berhasil bertemu langsung dengan Jaro Ade dari Pemkab Bogor, menyerahkan dokumen dan foto yang diklaim sebagai bukti awal tak terbantahkan. “KAMI TIDAK MAU DITOLAK-TOLAK! Bupati dan Wakil Bupati Bogor harus menunjukkan ketegasan – jangan sampai pejabat desa jadi raja di wilayahnya sementara rakyat menderita,” tegas salah satu orator dengan suara penuh semangat.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan memberikan ultimatum: jika tidak ada perkembangan nyata dalam waktu dekat, mereka akan kembali menggelar aksi dengan massa yang jauh lebih besar dan akan membawa seluruh rakyat Bogor yang sudah muak dengan praktik bisnis ilegal dan korupsi di tingkat desa!
SAMPAI SEKARANG, PEMKAB BOGOR MASIH BIASA-BIASA SAJA – BELUM ADA PERNYATAAN RESMI SEKALI KALI!
Masyarakat sudah tidak sabar menunggu sikap tegas dari pihak berwenang. Apakah Pemkab Bogor akan berdiri di pihak rakyat atau justru melindungi oknum yang telah mencederai kepercayaan publik?















