Boven Digoel, Mmcnews – Puluhan pekerja proyek renovasi gedung Satu Atap perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Boven Digoel terpaksa pulang kampung di akhir tahun 2023 setelah tidak menerima pembayaran upah yang dijanjikan.
Menurut keterangan Pak Andi dan Pak Rado yang mulai bekerja pada akhir tahun 2023 sebagai pengganti puluhan pekerja yang telah pulang kampung mengatakan bahwa mereka juga mengalami hal yang sama. “Dari bulan januari hingga saat ini upah kami belum diberikan,” pak Rado ketika ditemui di lokasi pekerjaan gedung 1 atap perkantoran Pemda Boven Digoel, Senin (22/4/2024).
Mereka berdua mengungkapkan sempat membawa permasalahan tersebut ke ranah kepolisian sebanyak 4 kali. Yang tujuannya adalah untuk pencairan upah kerja mereka. ” Terakhir itu kami diberikan uang Rp. 100.000 per orang. Namun hingga saat ini kami tidak pernah memegang uang sepeserpun”.
Pak Andi, salah satu pekerja yang terkena dampak, menyatakan, “Kami sangat berharap agar pihak terkait dapat memberikan keadilan kepada kami. Kami juga butuh uang untuk biaya hidup dan kebutuhan keluarga kami.”
Pak Ando, yang juga terlibat dalam proyek tersebut, menambahkan, “Kami telah bersabar cukup lama, tapi sampai sekarang janji-janji pembayaran tidak kunjung terealisasi. Kami hanya ingin hak kami sebagai pekerja dibayar sesuai dengan yang telah dijanjikan.”
Sebagai informasi tambahan, ternyata proyek renovasi gedung 1 atap perkantoran Pemda Boven Digoel menelan biaya 27 miliar rupiah lebih. Pasalnya pada Tahun 2022 renovasi pertama menelan biaya 15 miliar rupiah. Kemudian pada tahun 2023 renovasi menelan biaya 12 miliar rupiah. Di mana ada dana pengawasan proyek renovasi sebesar 420 juta rupiah. [Linthon]















