Dugaan Pungli di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Ciderai Janji Bupati

  • Bagikan

Ket foto; istimewa

Bangkalan|| MMCMadura, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Sebelumnya berjanji untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan Dengan nada penuh keyakinan, ia menyatakan tidak akan memberikan ruang bagi pungutan liar (pungli) dalam urusan mutasi jabatan atau proses administrasi lainnya.

Ungkapan tegas lukman saat membacakan nota jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap LKPJ 2024. Pada selasa (08/04) 25).

Namun janji bupati itu dicederai oleh dugaan Pungli yang terjadi di dinas pendidikan kabupaten bangkalan yang menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.

Informasi yang dihimpun media ini, pungli dilakukan oleh Koordinator wilayah (korwil) Bidang pendidikan Kecamatan Blega. Dengan melakukan pemotongan sejumlah uang kepada seluruh guru yang mendapatkan sertifikasi dan gaji.

Dikatakan salah satu guru yang meminta namanya tidak dipublikasi, Pemotongan terjadi saat para guru menerima sertifikasi dan gaji dengan dalih diminta oleh pihak kabupaten yang diminta oleh korwil blega disetorkan kepada bendahara.

” Semua Guru di blega kurang lebih 300 orang pak semua diminta, katanya diminta pihak kabupaten, pemotongan sendiri untuk sertifikasi Rp. 100 ribu dan gaji 14 Rp. 50ribu. Itu dilakukan tiap tiga bulan. Disetorkan kepada pak Toha bendaharanya.” Jelasnya terlihat kecewa.

Menanggapi hal itu korwil pendidikan kecamatan blega Munawwir membantah atas tuduhan adanya pungli, menurut Dia pihaknya sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah di kantornya untuk menjadi saksi bahwa tidak ada pungli di dinas pendidikan.

“Semua saya kumpulkan pak tidak ada pungli termasuk pak Toha saya tanya tidak ada.” Jelasnya Senin (14/04/25).

Bantahan korwil kecamatan blega itu senada dengan bendaharanya, Toha yang biasa disapa, dirinya mengaku tidak benar atas informasi pungli itu, menurutnya informasi pungli itu ulah oknum guru yang benci kepadanya.

” Tidak benar, mungkin ada org yg benci sama saya dan ingin memojokkan saya terima kasih infonya.” Jelas Toha singkat.

Atas kejadian itu, Bupati Bangkalan diminta untuk menginvestigasi kasus ini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Masyarakat berharap agar janji Bupati untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari pungli dapat ditepati.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan