Jalan Darurat Proyek Pelebaran Jembatan PU di Sukorejo Tambakrejo, Dikeluhkan Warga

  • Bagikan

BOJONEGORO | MMCJATIM – Mobilisasi yang lancar adalah harapan setiap warga masyarakat yang melintasi akses jalan maupun jembatan sebagai sarana untuk menunjang kelancaran ekonomi mereka.

Namun tatkala kelancaran ekonomi masyarakat tersebut terhalang oleh rusaknya akses jalan maupun jembatan, maka warga masyarakat maupun para pengguna jalan juga berharap agar pihak pihak terkait segera merespon dan mengadakan tindakan perbaikan.

Sebagaimana adanya jembatan yang rusak di wilayah Dusun Taji, RT/RW. 19/04, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Jembatan tersebut dibangun oleh Dinas PU yang berada di ruas jalan poros penghubung dari wilayah Kecamatan Ngraho menuju Kecamatan Tambakrejo dan merupakan tanggung jawab pihak PU untuk memperbaikinya.

Saat ini telah dilaksanakan proyek pengerjaan pelebaran jembatan tersebut, namun yang jadi permasalahan adalah kondisi jalan daruratnya sangat menghawatirkan bagi keselamatan warga dan setiap pengguna jalan yang melintas.

Pasalnya selama ini jalan darurat tersebut merupakan sisa sebagian badan jalan dari sayap jembatan dengan kondisi lapisan aspal dan tanahnya longsor. Sehingga sangat dikhawatirkan terjadi ambles dan longsor pada jalan darurat tersebut ketika ada yang melintas.

Terlebih dengan kondisi cuaca yang sering hujan dikhawatirkan akan mempercepat longsornya jalan darurat tersebut.

Ketika awak media mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kades Sukorejo, dirinya menuturkan sudah pernah menyampaikan kepada pihak rekanan yang mengerjakan proyek agar dibuatkan jalan atau jembatan darurat.

“Sudah mas, sudah dikondisikan,” jawab kades, pada Rabu (30/11/2022).

Patrap, salah seorang warga Dusun Taji, RT/RW. 19/04, Desa Sukorejo, menuturkan bahwa dirinya tak jarang menjumpai beberapa pengendara motor yang takut melintasi jalan darurat tersebut, sehingga dirinya juga yang sering membantu warga melintas.

“Pernah ada pengendara motor yang nyaris jatuh ke bawah, dan saya juga sering membantu pengendara motor yang takut melintas, bahkan juga tiap malam saya berjaga disekitar jembatan karena hawatir jika ada yang tergelincir atau jatuh akibat jalan darurat yang tak layak itu,” tuturnya.

Secara terpisah awak media juga mengkonfirmasi hal tersebut kepada salah seorang di lokasi proyek yang disebut sebut sebagai mandor, dan akrab disapa Gondrong. Dirinya menuturkan bahwa pekerjaan proyek tersebut akan diambil alih oleh pihak rekanan lain. ( RED / AN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan