Ketidakhadiran Kepala Daerah Memaksa Masyarakat Hanya Bergantung pada Pihak Kepolisian

  • Bagikan
Img 20240816 114234 1

Boven Digoel, Mmcnews – Seringnya ketidakhadiran kepala daerah dan pejabat tinggi di Kabupaten Boven Digoel cukup memprihatinkan dan berdampak negatif pada pelayanan publik. Keadaan ini membuat masyarakat terpaksa hanya mengandalkan pihak kepolisian untuk menyelesaikan berbagai masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawab utama dari pemerintah daerah.

Hamiraja, Ketua Paguyuban Bumas Kabupaten Boven Digoel, menyampaikan keprihatinannya terkait seringnya ketidakhadiran kepala daerah dalam kegiatan penting. Pernyataan ini disampaikan usai mengikuti acara Coffee Morning yang digelar oleh Kapolres Boven Digoel di Mapolres, Jumat (16/08/2024).

“Bukan saya ingin mengoreksi kepala daerah, namun jika bisa, janganlah terlalu sering keluar daerah. Mungkin jika bupatinya keluar, wakilnya harus ada. Janganlah semua keluar daerah,” sambungnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran para pejabat untuk tetap berada di daerah guna menangani masalah masyarakat. Tujuannya adalah agar para Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) tetap menjaga koordinasi dan tidak sering meninggalkan daerah.

Menurutnya, pejabat daerah merupakan tempat pengaduan masyarakat. Ketidakhadiran mereka sering membuat masyarakat hanya bisa mengandalkan pihak kepolisian untuk menyelesaikan masalah.

Tanpa kehadiran pejabat daerah, menurutnya masyarakat tidak memiliki akses yang memadai untuk layanan pemerintah dan pengaduan mereka tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya. Hal ini menyebabkan mereka hanya bisa mengandalkan pihak kepolisian untuk menangani berbagai isu, mulai dari masalah administrasi hingga konflik sosial. Polisi, yang seharusnya fokus pada penegakan hukum dan keamanan, kini terpaksa mengambil alih fungsi-fungsi administratif dan layanan publik, membebani sumber daya mereka. [Linthon]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan