MMCNEWS.ID | Jombang – Pelaksanaan pembangunan desa sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang saat ini Pembangunan irigasi yang berlokasi di Desa Seketi, masih dalam pekerjaan pada bulan September oleh Pelaksana Kegiatan Anggaran Pemerintah Desa Seketi. Pembangunan tersebut menggunakan sumber dana yang berasal dari Dana Desa (DD) anggaran 2024 sebesar Rp. 100.000.000,. juta dengan volume 199 M × 70 M.
Danu, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Seketi, membenarkan bahwa adanya pembangunan saluran irigasi tersebut di desa guna untuk mendukung pengairan area persawahan para petani, Kamis (26/8/2024).
Dari papan informasi yang dipasang di sekitar lokasi, kegiatan, Pembangunan saluran irigasi tersebut menggunakan sumber dana yang berasal dari Dana Desa (DD) anggaran 2024 sebesar Rp. 100.000.000,. juta dengan volume 199 M × 70 M”, ucap Danu.
Pembangunan saluran Irigasi yang sedang dikerjakan di Desa Seketi, dibangun menggunakan Swakelola. Fakta dilapangan, memang masyarakat setempat dari beberapa RT ikut serta dalam kegiatan pembangunan saluran irigasi tersebut.
Mulyono selaku BPD Desa Seketi yang sempat di wawancarai di sekitar lokasi pembangunan saluran irigasi juga menjelaskan, bahwa setiap pembangunan yang ada di Desa Seketi ini dikerjakan oleh warga kita sendiri bukan dari orang luar. Karena anggaran dari Dana Desa tidak lepas dari masyarakat dan ikut serta berperan dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Kita lakukan secara bergantian dari perwakilan setiap dari berbagai Rt ,” Ujar Mulyono.

Kepala Desa Seketi, Aris Nurdiansyah saat di konfirmasi terkait saluran irigasi membenarkannya.,” ya’ disetiap kegiatan dari Dana Desa, saya selalu mengajak masyarakat, BPD, Tokoh agama, RT, bermusyawarah dalam melaksanakan pembangunan yang ada di desa serta untuk sama-sama bekerja demi pembangunan daerah pemerintahan Desa. Saya juga secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat saya mengenai Anggaran dari Dana Desa.
Ia menambahkan, disetiap kegiatan infrastruktur salah satu contoh seperti pengerjaan pembangunan saluran irigasi ini, kami selaku pemerintah desa membuat papan nama atau berupa Prasasti untuk sebagai bahan keterbukaan bagi masyarakat serta kiranya contoh yang baik bagi pemerintahan desa kedepan yang transparan dalam mengelola setiap anggaran,” ujar Kades Aris Nurdiansyah.

Dibangunnya saluran irigasi adalah untuk memaksimalkan fungsi saluran air, agar aliran air yang menuju ke lahan pertanian semakin lancar sehingga dapat memasok kebutuhan air pada tanaman atau persawahan dan menjamin ketersediaan air di musim kemarau, sekaligus mengurangi kerusakan pada tanah.
Seiring dengan komitmen pemerintah desa dalam memajukan sektor pertanian, Pemdes Seketi sudah mulai melaksanakan Pengerjaan pembangunan infrastruktur yaitu saluran irigasi. Yang sudah kami mulai kerjakan pada hari Saptu tanggal 21 September 2024, di Desa Seketi, dengan Volume 199 M × 70 M. Dan dikerjakan oleh 14 orang warga Desa Seketi sendiri, untuk saat ini pekerjaan masih mencapai 40%.
Proyek pembangunan irigasi ini merupakan salah satu bentuk nyata penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024. Dengan total anggaran sebesar Rp. 100.000.000,.- proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengairan sawah dan mendongkrak hasil panen para warga petani di Desa Seketi”, terangnya.
Pembangunan irigasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong produktivitas pertanian di Desa. Kemudahan akses air yang terjamin akan berdampak positif pada hasil panen, pendapatan petani, dan ketahanan pangan di tingkat Desa. Pembangunan infrastruktur pertanian seperti irigasi merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian di pedesaan”, terangnya.

Harapannya dengan dibangunnya saluran irigasi di Desa Seketi ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya para petani. Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun desa”, pungkas Kades Aris Nurdiansyah
Reporter: Jum















