Tes Tertulis-CAT Jawaban Atas Kepercayaan Publik Pemilu 2024

  • Bagikan

Foto : Tes tulis berbasis computer assisted test (CAT) calon anggota PPS di MAN 1 Bojonegoro

Oleh : Eko Puji Jatmono

BOJONEGORO | MMCNEWS – Tidak seperti biasa, sore itu waktu sudah menjelang magrib lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro masih terlihat rame. Terlihat beberapa orang sedang sibuk membereskan dokumen. Terlihat kelelahan dari raut muka mereka. Dari pagi sekali Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro menyiapkan seleksi tes tertulis Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024.
Persiapan yang dilakukan KPU kabupaten/kota terkait dengan penyelenggaraan Pemilu 2024, salah satu tahapan yang dilakukan adalah pembentukan badan adhoc ditingkat kecamatan-Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), ditingkat desa/kelurahan PPS. Ada juga Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kali ini, Senin-Rabu, 9-11 Januari 2023 KPU Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan tes tulis berbasis computer assisted test (CAT) yang diikuti sebanyak 4.689 peserta calon PPS di tiga tempat berbeda, MA Abu Darrin Bojonegoro, SMKN 2 Bojonegoro dan MAN 1 Bojonegoro.

Dua orang terlihat serius sedang mengobrol disudut lapangan basket yang berada di depan ruangan, mereka berdua sesama penyelenggara Pemilu. Dari sisi tugas berbeda, Mustofirin merupakan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Bojonegoro, sedang M. Alfianto Kordiv SDM dan Organisasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro.
Penulis yang juga menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Sumberrejo yang diperbantukan ikut mengawasi jalan tes tertulis ikut bergabung dalam obrolan hangat ditemani botol mineral.

Walaupun lelah, mereka merasa bangga karena telah diberikan amanah untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan Pemilu. Penyelenggaran tes tertulis kali ini sangat istimewa, kata Mustofirin yang akrab disapa Firin. Bagaimana tidak, selain kota hanya dua kabupaten di Jawa Timur yang menyelenggaran seleksi tertulis PPS dengan system CAT yaitu Kabupaten Bojonegoro dan Bondowoso.

Dijelaskan Firin, peserta tes tertulis system CAT Kabupaten Bojonegoro terbanyak jumlah pesertanya di Jawa Timur mencapai 4.689 peserta. “Keberanian mengambil keputusan CAT ini bukan tanpa maksud, Kami ingin menjawab keseriusan dan kepercayaan publik yang luar biasa ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Terlibat dalam rangkaian kegiatan seleksi tertulis-CAT ini, dengan tugas masing-masing diantanya Bawaslu kabupaten beserta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan, Pemkab Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta Badan Inteligen Nasional (BIN). “Kami mendapat dukungan banyak dalam kegiatan ini, yang ingin penyelenggaraan berjalan lancar” jelasnya.

“Buat saya ini panggilan jiwa untuk bisa menyukseskan pesta demokrasi,” ujar Mustafirin membuka obrolan.

Menurutnya, menjadi anggota PPK adalah panggilan jiwa, dan tidak semua orang mampu melakukannya.

“Tes CAT ini dilaksanakan selama 3 hari dalam 3 lokasi yang terbagi dalam 5 sesi setiap harinya. Mulai senin hingga rabu 11 januari 2023 mendatang, tentunya sangat menyita tenaga dan pikiran kami,”sambungnya.

Disingung tentang tingginya animo warga yang mendaftar sebagai anggota PPS, Nustafirin menyampaikan,” jumlah pendaftar yang tercatat dalam Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan AD HOC (SIAKBA) KPU Bojonegoro sebanyak 5.362 orang, dan tang lolos seleksi administrasi sebayak 4.689orang.
.Sementara kebutuhan PPS di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 1.290 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yaitu sebanyak 411 desa dan 19 kelurahan, di mana setiap desa atau kelurahan masing-masing ada tiga orang anggota PPS,” paparnya.

“Pada Pemilu Serentak 2019 lalu, ada sekitar 894 petugas penyelenggara adhoc meninggal dunia karena beban kerja yang berat,ini tentu butuh perhatian dari berbagai pihak.”

“Tahapan pemilu masih panjang, kita harus tetap menjaga kondisi tubuh kita agar selalu bugar, berangkat pagi pulang malam, terkadang tidurpun harus bangun menerima telefon, intinya kita sita siap melayani 24 jam,”ujar Firin, melanjutkan obrolan.

Hal senada disampaikan M. Alfianto Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Bojonegoro. Diri mengaku memiliki tantangan tersendiri menjadi anggota Bawaslu Bojonegoro. Beban kerja yang berat ia niat’i sebagai ibadah dan perjuangan.

Dia menilai tantangan Pemilu Serentak 2024 sangat kompleks, ini menjadi tugas berat yang akan diemban Bawaslu kabupaten/kota. Pasalnya jajaran pengawas mengawasi tahapan Pileg,Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pilkada yang beririsan pada tahun yang sama.

Penulis : Redaktur MMCNEWS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan