Viral di Jombang, Intip Segarnya Es Jenang Campur Dawet Mbak Nikmatul Yang Jadi Buruan Warga di Tengah Cuaca Ekstrem

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Di tengah gempuran minuman kekinian, kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu yang tengah menjadi primadona adalah Es Jenang Campur Dawet, milik Nikmatul Hikmah, atau yang akrab disapa Mbak Nikma.

Berdagang di kawasan strategis Jl. Sayyid Sulaiman, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. lapak Mbak Nikma nyaris tidak pernah sepi pembeli. Terik matahari yang menyengat belakangan ini justru membawa berkah tersendiri. Es jenang campur dawet buatannya ludes diserbu warga yang ingin melepas dahaga.

Kesuksesan perempuan berusia (26) tahun asal Dusun Babut, Desa Pelemahan, Kecamatan Sumobito, ini tidak datang dalam semalam. Mbak Nikma telah merintis usaha ini selama 12 tahun. Konsistensi dalam menjaga cita rasa tradisional menjadi kunci utama mengapa pelanggannya tetap setia meski belasan tahun berlalu.

“Kuncinya adalah ketekunan dan menjaga kualitas rasa serta jangan mudah putus asa,” tuturnya ketika diwawancarai wartawan, Minggu (19/04/2026) siang.

Hasilnya pun manis, kini Mbak Nikma telah berhasil mengembangkan bisnisnya hingga memiliki beberapa cabang yang tersebar di wilayah Mojoagung, Tebuireng (Cukir), Jogoroto, Ngoro, hingga Sumobito.

Paduan Tekstur yang mantul dan mengenyangkan perut, rahasianya. terletak pada perpaduan kombinasi dalam satu gelas, pembeli akan dimanjakan dengan bubur putih yang lembut di lidah, kemudian bubur Seruntul dengan tekstur kenyal yang khas, bubur Ketan yang manis dan legit, serta dawet dan mutiara yang menambah kesegaran.

Dengan harga yang sangat merakyat, yakni Rp5.000 per cup gelas, minuman ini tidak hanya menyegarkan tenggorokan, tetapi juga cukup memberikan efek kenyang bagi penikmatnya.

Kepopuleran es campur jenang dawet ini terbukti dari angka penjualannya. Dalam sehari, Mbak Nikma mampu menjual lebih dari 100 cup gelas dengan omzet harian mencapai kisaran Rp500.000.

Saking larisnya, dagangan yang biasanya dibuka mulai pukul 07.30 WIB ini sering kali ludes terjual pada pukul 11.00 siang.

“Paling lama jam 14.00 siang sudah habis karena saking ramainya pembeli mas,” ujar Mbak Nikma.

“Terkadang jam 11.00 siang sudah habis mas, paling lama biasanya jam 14.00 siang sudah ludes,” tambahnya.

Bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya yang ingin mencicipi kesegaran otentik ini, lapak Mbak Nikma buka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB, kecuali hari Senin yang ditetapkan sebagai hari libur.

Kisah Mbak Nikma menjadi bukti nyata bahwa kuliner tradisional jika dikelola dengan gigih dan harga yang jujur, mampu bersaing dan menjadi magnet ekonomi yang luar biasa bagi pelaku UMKM di daerah.

Reporter: Adi

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan