Ket foto; Yanto alias bang mayor saat meminta amal amal untuk perbaikan jalan Blega – kedungdung
Bangkalan – MMCMadura – Jalan Raya Blega – Kedungdung yang dulunya rusak dan memprihatinkan sering dikeluhkan warga itu kini sudah nampak lumayan bagus dan bisa dinikmati oleh masyarakat yang melewati.
Hal Itu lantaran salah satu warga asal Desa Noreh Kecamatan Sreseh Kab Sampang, Yanto bersama kawan – kawan berkeringat secara swadaya memperbaiki jalan itu.
Tiba-tiba Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan seakan mengklaim jika perbaikannya dikerjakan oleh pemerintah kabupaten.
Bagaimana tidak, belakangan beredar sebuah vedeo yang berdurasi 60 detik dibeberapa group whatsaap yaitu Penjabat (PJ) Bupati Bangkalan dalam ungkapannya mengklaim bahwa pekerjaan itu seakan merupakan pekerjaan pemerintah kabupaten.
Dalam ungkapannya PJ bupati Bangkalan meminta maaf kepada warga karena yang bisa dilakukan sekedar menambal jalan berlubang.
Ini ungkapan PJ Bupati Bangkalan dalam vedeo itu ” Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Arief M Edie PJ bupati bangkalan mohon maaf untuk warga dari blega sampai Kedungdung untuk perbaikan jalan sudah kami lakukan tahap demi tahap dan kami Pemda berusaha untuk yang penting tidak berlubang dulu dan masyarakat bisa melewati dengan baik. tentunya Pemda terus akan berusaha agar semua jalan jalan diruas kabupaten Bangkalan dalam posisi yang sangat baguslah ya setidaknya dalam saat ini tidak ada jalan berlubang bisa dilalui dengan nyaman walaupun tidak aspal hotmick. Itulah salah satu langkah Pemda untuk bisa mencoba mengurangi beban masyarakat di wilayah bangkalan. Sekali lagi mohon maaf kalau memang belum bisa bagus tapi yang penting kami bertahap semoga berkenan dihati seluruh masyarakat dari blega sampai Kedungdung.” Ungkapnya dalam vedeo.
Pernyataan PJ bupati Bangkalan itu tentunya dikecewakan Yanto yang punya sapaan bang mayor itu, menurutnya dia perbaikan itu bukan dari pemerintah kabupaten Bangkalan melainkan dananya bersumber dari berbagai temen temen nya yang ia minta sendiri bahkan mengharap belas kasihan para pengguna jalan untuk digunakan buat bayar pekerja dan buat air minum.
” Kalau sumbangan berupa uang dari kepala desa sendiri baik dari bapak PJ bupati Bangkalan tidak ada, ini saya kerja atas inisiatif sendiri dan minta amal amal itu untuk bayar pekerja dan segala macam itu.” Ungkap bang mayor pada media ini, Minggu sore (11/08/24).
Pria asal sreseh itu mengaku jalan berlubang yang ia kerjakan itu dimulai dari pohon asem Jawa sebelahnya pondok sampai keselatan sepanjang jalan itu dirinya memastikan itu swadaya.
” Saya yang kerja pak saya pastikan itu bukan dari pemerintah, bahkan ada temen yang bilang kalau dana saya akan diganti nantinya. Sampai sekarang tidak ada. Saya kerja itu empat bulan pak mulai dari bulan puasa sampai bulan kemaren, pak camat Blega, pak camat Modung tidak ada kasih dana pak, memang ada sebagian Utara ada yang drop bahan dan wales bagian utara” Tegas bang mayor.
Sementara itu Camat Blega, Komari saat dikonfirmasi membenarkan kalau perbaikan jalan Blega – Kedungdung itu merupakan swadaya masyarakat pihaknya memastikan tidak ada aliran dana dari pemerintah kabupaten Bangkalan.
” Itu murni swadaya dari masyarakat, PJ bupati mengumpulkan para pengusaha bupati minta tolong kerjasamanya, karena dana tidak ada dan diusulkan di Dana alokasi Khusus (DAK).” Ungkap Komari.
Ditambahkan Komari, pihaknya memastikan Pj bupati pernah mengecek lokasi itu saat malam hari dan ditemui beberapa kepala desa dan para penambang mendatangkan batu dan diwales mulai dari sebelum keramat kambeng sampai ke paeng.
“saya memantau walesnya dari penambang kabupaten artinya masyarakat bekerjasama minta amal amal dikerjakan dan pengusaha tambang memperbaiki dengan csr nya itu. Bukan penambang Blega pak, penambang dari Tanjung bumi. PJ Bupati minta CSR nya.” Pungkas Komari saat dihubungi melalui telephone.
(Man)

















