Pergeseran Paradigma: Menuju Ekonomi Sirkular
Penyelesaian krisis ini menuntut lebih dari sekadar sosialisasi normatif. Diperlukan pergeseran paradigma dari model ekonomi linier menuju ekonomi sirkular. Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai limbah tak bernilai, melainkan sebagai sumber daya ekonomi yang dapat diputar kembali ke dalam rantai produksi. Pemerintah Kota Denpasar harus mendorong industrialisasi pengolahan sampah dengan melibatkan sektor swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dengan mengubah sampah organik menjadi energi alternatif atau kompos skala industri, beban residu yang mencapai TPA dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, digitalisasi manajemen sampah perlu diintegrasikan. Penggunaan aplikasi pemantauan real-time untuk jadwal pengangkutan dan pelaporan titik sampah liar dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas petugas di lapangan. Partisipasi masyarakat juga harus didorong melalui insentif ekonomi, seperti pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi rumah tangga yang secara konsisten melakukan pemilahan sampah secara mandiri dan benar.
Penutup dan Rekomendasi
Efektivitas Perda Nomor 8 Tahun 2023 pada akhirnya bergantung pada integrasi antara kebijakan, ketersediaan infrastruktur, dan konsistensi penegakan aturan. Pemerintah Kota Denpasar tidak bisa bekerja dalam isolasi; kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas adat (Banjar), pelaku usaha pariwisata, dan akademisi mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem pengelolaan yang resilien.
Sebagai rekomendasi, pemerintah perlu segera melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja TPST yang ada dan memastikan setiap kelurahan memiliki akses ke TPS3R yang berfungsi optimal. Sosialisasi harus bergeser dari sekadar ceramah di balai banjar menjadi aksi nyata pendampingan teknis pemilahan di rumah tangga. Jika komitmen ini tidak segera diperkuat, citra Denpasar sebagai jantung pariwisata Bali akan terus tergerus oleh bau menyengat dari kegagalan manajemen sampahnya sendiri. Transformasi ini memang sulit, namun merupakan satu-satunya jalan menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
*Dosen Stispol Wira Bhakti Denpasar















