GEBER APBD 2026, Jombang Pecut PAD Hingga 23,86% Lewat BUMD! CSR Swasta Wajib Ikut Visi Bupati!

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang terus memacu penyelesaian pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026.

Tahapan krusial pembahasan telah memasuki Jawaban Bupati atas Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD, yang dilaksanakan pada Senin (3/11/2025).

​Setelah mendengarkan berbagai masukan strategis dari fraksi, rapat paripurna ini menandai semakin dekatnya pengesahan APBD.

Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, menargetkan pembahasan akhir dapat segera dirampungkan dan disahkan pada bulan ini.

​”Bupati Warsubi tadi sudah menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Jombang. Selanjutnya akan masuk ke pembahasan akhir dan ditargetkan rampung serta disahkan bulan ini,” ujar Hadi Atmaji.

​BUMD Jadi Tulang Punggung
​Dalam sesi jawaban, Bupati Jombang, Warsubi, merespons sejumlah sorotan utama dari fraksi, terutama mengenai optimalisasi pendapatan daerah dan efisiensi anggaran.

​Menanggapi Fraksi PDI Perjuangan, Bupati Warsubi menegaskan komitmen Pemkab untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penarikan pajak dan retribusi yang bijak dan proporsional, namun dengan jaminan “tanpa membebani masyarakat”.

​Sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi fokus utama penggenjot PAD. Warsubi memaparkan, dari empat BUMD yang dimiliki daerah, tiga di antaranya berhasil melampaui target laba pada tahun 2024.

Walaupun demikian, Perumda Perkebunan Panglungan diakui masih menghadapi tantangan berupa penurunan pendapatan.
​Untuk mengatasi hal ini, Pemkab menjanjikan perbaikan tata kelola, peningkatan infrastruktur usaha, dan inovasi.

Hasilnya, Pemkab memproyeksikan PAD dari BUMD pada tahun 2026 akan meningkat sebesar 23,86 persen.

​CSR Diperkuat dan Disinergikan dengan Prioritas Daerah
​Isu strategis lain yang menjadi perhatian DPRD dan Pemkab adalah penguatan peran swasta dalam pembangunan daerah, khususnya melalui implementasi Corporate Social Responsibility (CSR).

​Menanggapi masukan dari Fraksi Gerindra, Bupati Warsubi menyatakan komitmen untuk memastikan pelaksanaan CSR oleh dunia usaha menjadi lebih terarah, akuntabel, dan mendukung prioritas daerah.

Sinergi CSR ini akan difokuskan pada program-program inti seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga pelestarian lingkungan.

​Selain itu, Warsubi menekankan perlunya keselarasan antara program pembangunan di tingkat desa dengan visi dan misi kepala daerah.

​”Setiap program atau bantuan pembangunan di desa akan disinergikan dengan visi dan misi kepala daerah. Setiap usulan dari masyarakat dan desa akan disesuaikan dengan program prioritas agar pembangunan berjalan satu arah,” pungkasnya,

menandakan upaya Pemkab untuk memastikan efektivitas dan fokus dalam setiap langkah pembangunan di Jombang.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan