Boven Digoel, Mmcnews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boven Digoel tengah disoroti terkait minimnya sosialisasi mengenai tahapan Pilkada 2024. Masyarakat setempat mengeluhkan kurangnya informasi mengenai proses pemilihan dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjadi pemilih tetap.
Saat melakukan rapat koordinasi dengan semua dengan stakeholder pemerintah daerah, Bawaslu dan KPU, di mana Kapolres sebelumnya menekankan pentingnya bermitra dengan media agar penyampaian informasi jelas dan tepat kepada masyarakat untuk memastikan pemahaman yang baik tentang Pilkada. Namun, hingga saat ini, KPU Boven Digoel belum menunjukkan upaya yang memadai dalam mengedukasi masyarakat tentang tahapan dan persyaratan Pilkada.
Pada 20 Juli 2024 lalu, saat KPU Boven Digoel menggelar kegiatan jalan santai, beberapa awak media menanyakan kepada Ketua KPU Boven Digoel, Adrianus Paulus Kairen Oropka, mengenai kemitraan publikasi dengan media. Oropka mengklaim bahwa hanya beberapa media yang mengajukan berkas kemitraan. Padahal, seluruh media telah menyerahkan berkas kemitraan baik kepada ketua maupun sekretaris KPU.
Pentingnya Sosialisasi yang Komprehensif
Sosialisasi yang komprehensif sangat penting untuk memastikan masyarakat memahami dengan baik tahapan Pilkada. KPU Boven Digoel perlu meningkatkan upaya edukasi dengan cara yang lebih langsung dan interaktif, seperti penyuluhan di tingkat komunitas, pembagian materi informasi yang mudah dipahami, dan penyelenggaraan forum diskusi yang melibatkan masyarakat.
Informasi yang jelas mengenai jadwal pemilihan, proses pendaftaran, dan hak-hak pemilih sangat penting agar masyarakat dapat berpartisipasi dengan penuh pengetahuan. Tanpa pemahaman yang memadai, ada risiko rendahnya partisipasi dan kesalahpahaman tentang prosedur pemilihan. Masyarakat mendesak KPU Boven Digoel untuk segera memperbaiki metode sosialisasi mereka dan memastikan semua informasi penting tentang Pilkada 2024 dapat diakses dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. [Linthon]















