Lumajang | jatim.mmcnews.id
Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendorong pelaksanaan pesta demokrasi 5 tahunan ini berjalan lancar.
Dan KAHMI, sebagai organisasi yang bersifat independen lebih mengedepankan kepentingan bersama dalam membangun daerah ini.
“Kita ini organisasi netral dalam pemilukada 2024. Tidak menginstruksikan anggotanya untuk memilih salah satu cabup cawabup yang sekarang maju,” ujar Mudhoffar, Koordinator Presidium KAHMI Lumajang lewat seluler, Jum’at (20/9/2024).
Jika ada alumni atau pengurus KAHMI yang melontarkan ke media bahwa mayoritas anggota KAHMI condong ke salah satu calon bupati (Indah Masdar, Red) itu pendapat pribadi, bukan pendapat KAHMI secara kelembagaan.
“Salah kalau ada pernyataan seperti itu. Karena alumni HMI atau KAHMI Lumajang ini tersebar di hampir semua partai politik. KAHMI secara umum tidak ada sikap apapun. Tidak bersikap dukung mendukung. Yang diinginkan KAHMI bagaimana pemilukada ini menjadi ajang pendidikan demokrasi yang baik. Dan saya tegaskan KAHMI tetap netral,” ujar Mudhoffar.
Ketika ditanya posisi Indah Masdar di KAHMI sebagai apa dan apakah dia merupakan alumni HMI atau bukan, Mudhoffar secara diplomatis menyatakan, yang tahu persis soal itu para alumni HMI senior.
“Yang saya tahu anggota kehormatan KAHMI. Yang lebih tahu itu para senior seperti Mas Yusuf Wibisono (mantan Kepala KUA, Red), Pak Kasno Widyagama,” tukasnya.
Dia menambahkan, pihaknya tidak melarang alumni HMI memberikan statmen dan terlibat dalam aksi dukung mendukung dalam pemilukada, tapi jangan sampai mengatas namakan KAHMI.
“Namanya pendapat pribadi ya tidak boleh membawa nama organisasi,” imbuhnya.
(*)















